PANDEGLANG – JOMBANG, — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pandeglang mengikuti rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, sekaligus melaksanakan ziarah ke sejumlah makam Wali Songo dan para muassis Nahdlatul Ulama.
Perjalanan yang berlangsung selama lima hari, dari tanggal 26–30 Agustus 2026, tersebut menjadi momentum spiritual sekaligus refleksi sejarah bagi rombongan PCNU Pandeglang untuk mengenang perjuangan para wali dan ulama yang telah meletakkan dasar kuat bagi perkembangan Islam, pesantren dan Nahdlatul Ulama di Nusantara.
Rombongan dipimpin oleh Asep Himawan. Selain menghadiri Muktamar ke-35 NU di Jombang, rombongan juga melakukan ziarah ke sejumlah makam ulama dan wali di beberapa daerah, mulai dari Banten, Cirebon, Jombang, Kediri, Bangkalan, Surabaya, Gresik, Kudus hingga Demak.
Menyusuri Jejak Para Wali dan Muassis
Rangkaian ziarah diawali dengan mengunjungi makam Sultan Maulana Hasanuddin Banten, kemudian dilanjutkan ke Cirebon untuk berziarah ke makam Sultan Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.
Setibanya di Jombang, rombongan melakukan ziarah ke makam sejumlah tokoh besar yang memiliki jasa luar biasa dalam perkembangan pesantren dan Nahdlatul Ulama, di antaranya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH. Wahid Hasyim.
Ziarah dilanjutkan ke KH. Wahab Hasbullah di Tambakberas dan KH. Bisri Syansuri di Denanyar, Jombang.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Bendo, Kediri, untuk berziarah ke makam Syekh Ghozín, kemudian menuju Bangkalan, Madura, untuk berziarah ke makam Syaikhona KH. Muhammad Kholil Bangkalan.
Rombongan selanjutnya menuju Surabaya untuk berziarah ke makam Sunan Ampel, dilanjutkan ke Gresik untuk berziarah ke makam Sunan Giri.
Napak tilas kemudian diteruskan ke Kudus untuk berziarah ke makam Syeikh Ja’far Shodiq atau Sunan Kudus, dan ditutup dengan ziarah ke makam Sunan Kalijaga di Demak.
Bagi rombongan PCNU Pandeglang, ziarah tersebut bukan sekadar perjalanan religi, tetapi merupakan bagian dari upaya menyambung ingatan, mengambil keteladanan dan meneguhkan semangat khidmah kepada umat dan bangsa.
Para wali dan ulama yang diziarahi telah memberikan teladan tentang bagaimana Islam dikembangkan dengan ilmu, dakwah, pendidikan, keteladanan dan pendekatan budaya yang mampu membangun masyarakat secara damai.
Hadiri Muktamar ke-35 NU
Di Jombang, rombongan PCNU Pandeglang turut menghadiri rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Kehadiran tersebut menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, konsolidasi organisasi dan menyerap berbagai gagasan strategis bagi perkembangan NU ke depan.
Muktamar juga menjadi ruang bagi warga Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah untuk bersama-sama memikirkan masa depan jam’iyah, umat, bangsa dan negara.
Semangat Muktamar kemudian dipadukan dengan napak tilas perjuangan para ulama. Dengan demikian, perjalanan tersebut tidak hanya melihat masa depan organisasi, tetapi juga kembali menengok sejarah dan perjuangan para pendahulu.
Ziarah sebagai Inspirasi Khidmah
Pimpinan rombongan PCNU Pandeglang, Asep Himawan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian perjalanan dengan penuh kebersamaan.
“Saya atas nama pimpinan rombongan menyampaikan terima kasih kepada seluruh rombongan PCNU Pandeglang yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari tanggal 26 sampai 30 Agustus 2026. Terima kasih atas kebersamaan, kekompakan, kesabaran dan kekeluargaan selama perjalanan.” ungkapnya
Asep berharap perjalanan tersebut memberikan manfaat dan keberkahan bagi seluruh peserta.
“Mudah-mudahan seluruh rangkaian perjalanan ini menjadi amal ibadah, mendapatkan keberkahan dari para wali dan ulama yang kita ziarahi, serta menjadi semangat baru bagi kita semua untuk terus berkhidmat kepada NU, umat, masyarakat dan bangsa.”kata Asep
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan perjuangan para muassis sebagai inspirasi dalam menjalankan amanah organisasi.
Perjalanan 26–30 Agustus 2026 akhirnya menjadi sebuah napak tilas yang mempertemukan tiga hal penting. Dimana Muktamar sebagai ikhtiar menatap masa depan, ziarah sebagai penghormatan kepada para pendahulu, dan khidmah sebagai jalan untuk meneruskan perjuangan para ulama.
Dari Pandeglang menuju Jombang, lalu menyusuri jejak para wali dan muassis, PCNU Pandeglang membawa satu pesan: tradisi dijaga, perjuangan diteruskan, dan khidmah kepada umat harus terus menyala.
“PCNU Kabupaten Pandeglang, Merawat Tradisi, Menguatkan Jam’iyah, Meneruskan Perjuangan Ulama,” Pungkas Asep. ***
Wartawan: AB, Editor: Red

Tinggalkan Balasan