Warga Bodur Tanjung Jaya Terisolasi Akibat Jalan Terportal dan Terkunci BWJ

  • Bagikan

PANDEGLANG, dialektikanews.com,- PT Banten West Java (BWJ) sebagai pengelola kawasan wisata Tanjung Lesung ditenggarai menutup akses jalan masyarakat Kampung Bodur Desa Tanjung Jaya Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang.

Akibatnya aktifitas masyarakat setempat pun terhambat, dan dikhawatirkan akan berdampak terhadap lumpuhnya perekonomian masyarakat.

Bukan saja perekonomian namun dampaknya pun akan terasa pada sektor lainnya seperti pendidikan dan kesehatan. Terlebih ruas jalan tersebut merupakan salah satu akses terdekat untuk anak- anak berangkat ke sekolah.

Kini masyarakat Kampung Bodur harus rela memutar arah dengan jarak tempuh yang lumayan jauh lantaran jalan yang terportal dan terkunci, bahkan ada ruas jalan yang telah di portal permanen pihak BWJ.

Dari keterangan warga Kampung Bodur, menyesalkan pihak BWJ yang dinilai tidak bersahabat dengan masyarakat setempat.

Jalan Ini Biasanya Terkunci Namun Saat Kedatangan Wartawan Portalnya Dibuka Pihak BWJ

“Liat saja pak akses jalan yang biasa digunakan masyarakat di sini saja di portal permanen. Parahnya lagi masyarakat hanya diberi akses jalan yang lebarnya hanya 1 meter. Udah gitu kondisi jalannya pun berbelok, dan kerap menyebabkan pengendara tergelincir dan jatuh,” ujar Amad (66) kepada awak media, Kamis (15/07/2021)

Dikatakan Amad, untuk akes jalan menuju Kampung Bodur ada dua jalur, jalur pertama di portal permanen, sedangkan untuk jalur kedua portalnya selalu terkunci gembok, dan hanya dibuka bila ada kepentingan pihak BWJ saja.

“Dengan sangat terpaksa kami hanya bisa mengunakan jalan sempit dan berbelok ini,” imbuhnya

Menurut cerita Amad, awal hendak dibangunnya kawasan wisata  tanjung lesung oleh BWJ, ketika itu BWJ berjanji kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan akan diberinya akses jalan yang layak.

“Namun kenyataannya seperti ini. Dan kami anggap BWJ telah ingkar janji,” jelas Amad

Terpisah, saat ditemui di Kantornya, Sutisna selaku koordinator PT BWJ,  membantah tudingan masyarakat atas penutupan akses jalan menuju permukiman masyarakat.

“Kami masih memberikan akses jalan bagi masyarakat untuk berlalu lintas. Hanya saja kami tidak memperbolehkan kendaraan truk pengangkut melewati jalan tersebut,” kata Sutisna

Kenapa demikian tanya Sutisna, hal itu dikarenakan banyak penambang liar mencuri karang pantai di sekitar kawasan.

“Jadi untuk melindungi ekosistem dan biota laut agar tidak semakin rusak, maka kami tutup jalur tersebut, dan itu amanah undang undang,” kilahnya

Menyoal jalan yang diportal dan digembok sutisna kembali membantahnya. Menurut dia, tidak ada BWJ memblokir jalan dengan selalu menggembok portal. Karena BWJ telah menyediakan akses jalan untuk kendaran roda dua agar warga Kampung Bodur bisa melintas.

Sementara Kepala Desa Tanjung Jaya, Astaka yang secara kebetulan sedang berada di kawasan BWJ, dengan maksud dan tujuan akan berkoordinasi dengan pihak BWJ perihal akses jalan tersebut, agar masyarakat Bodur tidak terganggu melakukan aktifitas kesehariannya.

“Kedatangan saya ke sini juga akan berkordinasi dengan pihak perusahan atas keluhan warga saya yang merasa kesulitan untuk keluar masuk menuju pemukiman mereka,”ungkap Kades seraya berharap BWJ mau membuka kembali akses jalan demi lancarnya aktifitas masyarakat***

  • Bagikan