News  

Keluarga Besar Redaksi Dialektika Menikmati Bukber Puasa Ramadhan di Cafe Joe Brother

PANDEGLANG, BANTEN, – Buka bersama di Bulan Suci Ramadhan 1443 H, dilakukan segenap redaksi dan wartawan Dialektikanews di Cafe Joe Brother Jalan Raya Serang, Cadasari Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (11/04/2022).

Canda tawa serta keceriaan menemani seluruh redaksi dan wartawan usai berbuka puasa, disela acara Rapat Koordinasi dan Evaluasi kinerja wartawan dalam membangun serta mengembangkan media Dialektikanews di Wilayah Propinsi Banten.

“Dengan Buka Bersama di Bulan Suci Ramadhan ini, diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar wartawan dan redaksi. Sekaligus sebagai evaluasi peningkatan kinerja wartawan dalam mengembangkan medianya,” tutur Ketua JNI Banten, Andang Suherman yang juga sebagai Pimpinan Umum Media Dialektikanews.com dan Pimpinan Redaksi indonesiasatu.co.id Kabupaten Pandeglang.

Dalam pemaparannya, Andang juga meminta seluruh wartawan dialektika untuk dapat meningkatkan kinerjanya, menghasilkan karya – karya jurnalistik, dengan selalu mematuhi kode etik pers saat bertugas di lapangan.

Karena kata Andang, saat ini masyarakat sudah cerdas dan bisa menilai terhadap kinerja wartawan ketika melakukan liputan.

Bertemakan ‘Menuju Jurnalis Profesional’ segenap wartawan membuka diskusi bersama membahas seputar jurnalistik di era globalisasi ditengah hiruk pikuk kehidupan dan lemahnya perekonomian masyarakat.

Selain itu, UU Pers dan Kode Etika Jurnalistik tidak lepas dalam pembahasan. Mengingat pers sebagai pilar ke empat demokrasi tentu haruslah memiliki insan pers yang handal, mumpuni dan profesional dalam bekerja.

“Kami ingin dialektika memiliki wartawan yang mumpuni dan profesional, untuk itu kami akan mengikutsertakan wartawan dialektika mengikuti diklat jurnalistik yang rencananya pada Mei bulan depan akan diselenggarakan Organisasi Jurnalis Nasional Indonesia (JNI),” terangnya

Diakhir perbincangan Andang pun berharap dialektika menjadi salah satu bagian wadah informasi yang dapat diakui keberadaannya oleh publik.

“Kita ingin temen temen jurnalis eksis membuat karya tulisannya, agar dialektika diakui keberadaannya di tengah masyarakat sebagai alat komunikasi dan informasi publik,” pungkasnya ***