Sosial  

Warga Resah ! Bau Tak Sedap Air Limbah Hotel Novus Diduga Cemari Lingkungan

SERANG, BANTEN, dialektikanews.com – Warga Kampung Cikuya Desa Pasauran Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang mengaku resah dan terganggu akibat adanya pembuangan air limbah dari Hotel Novus.

Dari keterangan warga setempat, air limbah yang mengalir melalui selokan atau drainase menimbulkan bau tak sedap dan menyengat hidung setiap warga yang melintas di area tersebut.

Kepada dialektikanews.com, seorang warga Pasauran yang juga anggota LSM GAIB Kabupaten Serang, Suhada membenarkan air limbah tersebut merupakan air kotor dari salah satu Hotel.

“Air limbah itu diduga pembuangan dari tempat cucian dan Kolam renang Hotel dan memang mengganggu sekali karena bau yang menyengat, terlebih pada musim kemarau. Tidak sedikit warga disini yang mengaku terganggu akibat air limbah tersebut,” ujar Suhada

Dikatakan Suhada, persoalan lingkungan ini pun telah diketahui pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang.

“Katanya sih anggota dewan juga sudah tau dari laporan warga, bahkan dari keterangannya bahwa anggota dewan tersebut telah mengkonfirmasi pihak managemen hotel dan meminta untuk segera mencari solusi permasalahan air limbah itu dengan warga sekitar,” terang Suhada.

Namun kata Suhada menambahkan, hingga saat ini pihak hotel belum ada yang datang ke warga, mungkin mereka masih ada kesibukannya.

“Menurut salah satu anggota dewan setelah menegur pihak hotel, rencananya General Manager (GM) Hotel Novus akan menemui warga. Namun selalu saja ada halangan dengan berbagai alasan, terkesan mengulur – ulur waktu saja,” tudingnya

Lebih lanjut Suhada mengatakan, jika permasalahan air limbah ini pihak Hotel Novus mengabaikan dan tidak ada niat untuk mencari solusi dengan warga, pihaknya akan melaporkan Managemen Hotel Novus kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Serang melalu Dinas Lingkungan Hidup (LH) atas dugaan pencemaran lingkungan yang menimbulkan keresahan di kalangan warga.

Hingga berita ini diturunkan pihak Hotel Novus belum bisa dikonfirmasi. ***